• Harap Konfirmasi Nomor Rekening Aktif Sebelum Melakukan Deposit, Untuk Mencegah Kesalahan Transfer Deposit . TQ • Add Whatsapp Kami Di : WA 1 ==> +6285236061578 , WA 2 ==> +639663682845 • Link Alternatif ==> www.ratujackpot.com, www.ratusport.com

Jordan Henderson Juara Liga Champions Karena Nyaris Tinggalkan Liverpool

 
Jordan Henderson Juara Liga Champions Karena Nyaris Tinggalkan Liverpool
Jordan Henderson nyaris jatuh ke pelukan Fulham pada musim panas 2012 dari Liverpool dan dia mengaku 'periode sulit' pada kariernya itu telah membantunya menjadi kapten yang merajai Liga Champions. 
Gelandang tim nasional Inggris tersebut baru mencicipi 11 bulan di Anfield saat kesempatan merapat ke Craven Cottage datang menghampiri. 
Ketika itu Brendan Rodgers sudah siap rugi £20 juta dan ingin menukarnya dengan bintang Fulham Clint Dempsey namun pada akhirnya kesepakatan tidak tercapai dan Henderson mendapat kesempatan lain untuk membuktikan kualitasnya. 
"Momen krusial pada karier saya. Bukan hanya karier di Liverpool tetapi karier saya secara umum," ungkap pemain berusia 29 tersebut pada talkSPORT. 
"Momen penting sekaligus sulit, tetapi saya merasa itu telah membantu saya. Lihat saja saya sekarang."
"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika momen itu tidak ad. Sangat sulit tetapi pada pada akhirnya semua baik-baik saja."
"Kita harus fair pada Brendan, setelahnya sikap dia pada saya sungguh brilian. Dia membantu saya berkembang dan saya benar-benar menjadi dewasa karena arahannya. Sungguh, seperti anugerah di tengah-tengah kesulitan."
Bertahan di Liverpool, Henderson kemudian menjadi wakil kapten the Reds sebelum mewarisi ban kapten dari Steven Gerrard pada 2015. 
"Sebuah kehormatan besar," lanjutnya. "Terutama ketika mengawali hingga ke titik itu situasinya naik-turun terkait perkembangan saya sebagai pesepakbola."
"Rodgers melihat tanggung jawab dan sifat kepemimpinan pada diri saya dan saya merasa bisa memimpin Liverpool. Kepercayaan diri saya datang dari sini."
"Tanpa Brendan saya tidak akan seperti sekarang. Sejauh ini perannya dalam karier saya sangat besar."
Rodgers memang berhasil membawa Henderson ke trek yang tepat tetapi baru bersama Jurgen Klopp dia berhasil meraih gelar bergengsi. 
Liverpool memang berulang kali gagal juara namun pada akhirnya bisa memutus dahaga itu saat berjaya di Eropa pada 2018/19. 
"Ketika Anda berada di final, atau ketika punya kesempatan juara tetapi gagal, situasinya sungguh sulit," imbuhnya. 
"Tetapi di waktu bersamaan, saya selalu menggunakan kegagalan itu sebagai pondasi untuk kembali ke jalur yang benar."
"Saya selalu ingin meningkatkan kualitas dan melangkah lebih jauh. Saya menggunakan kegagalan sebagai motivasi untuk meraih kesempatan di masa depan."
"Dan akhirnya momen besar itu datang. Setelah melalui sejumlah kesulitan karena gagal juara, kami akhirnya bisa berjaya."

KOMENTAR

Tidak ada komentar!
Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar